Mengenai Saya

Merawat Battery

Aki merupakan salah satu komponen utama dalam mobil kita, Aki di mobil kita memilki fungsi utama starting, light dan ignition atau sering di singkat SLI.

Aki yang sering digunakan dalam kendaraan bermotor adalah jenis Lead acid battery atau aki yang memiliki daya dari hasil reaksi timah dan carian asam. Adapun reaksi kimia yang terjadi di dalam aki adalah sebagai berikut :

Di Anoda :

Pb + HSO4- --> PbSO4 + H+ + 2 e-

Di Katoda :

PbO2 + HSO4- + 3H+ +2 e- --> PbSO4 + 2H2O

Di anoda terjadi reaksi kimia antara lempengan timah dengan Asam sulfur yang terionisasi, kemudian menghasilkan ion hidrogen dan melepaskan 2 elektron, sedangkan di katoda akan terjadi reaksi antara sulfat timah dengan asam sulfur terionisasi, ion hidrogen hasil reaksi di anoda serta ion elektron yang dihantarkan oleh kutub anoda yang terhubung dengan kutub katoda dengan seutas kabel.

Hasil dari reaksi ini adalah 2.1 sampai 2.13volt. Reaksi ini adalah reaksi yang terjadi di setiap sel aki. Pada umumnya aki kendaraan memiliki 6 sel yang terhubungkan secara seri. Sehingga sebuah aki mobil memiliki Voltase 6X2,1v = 12,6Volt. Angka inilah yang di sebut dengan aki tercharge penuh.

Pada saat pengisian atau recharge terjadi proses kimia yang sebaliknya karena reaksi kimia yang berlangsung didalam aki ini bersifat reversible. Sehingga pada saat pengisian ulang akan terbentuk kembali lempengan timah dan timah oksida dari timah sulfat selain itu akan terbentuk kembali asam sulfat dalam larutan aki.

Karena perubahan dari wujud asam menjadi air dan sebaliknya maka untuk menentukan keadaan sebuah aki dapat dilakukan dengan mengukur berat jenis air aki. Sifat dari asam sulfat adalah memiliki berat jenis yang sangat tinggi. Dalam proses discharge atau aki sedang di pakai kita lihat reaksi kimia di katoda akan menghasilkan air, air ini akan bercampur didalam larutan aki. Semakin lama aki digunakan maka akan semakin banyak asam sulfat yang dirubah menjadi air, hal ini mengakibatkan densiti larutan aki akan berkurang dari kondisi penuh.

SG = Persentasi isi aki

1.265 = 100%

1.225 = 75%

1.155 = 25%

1.120 = Discharged

Pada aki biasanya tertera angka angka yang menunjukan kemampuannya, disini akan kita gunakan ..Ah misalnya 50Ah. Hal ini berarti aki tersebut akan benar2 habis dalam 30 jam jika digunakan pada beban 1 Ampere.

Untuk mendapatkan umur yang panjang aki tidak boleh digunakan pada beban yang melebihi nilai Ah-nya di bagi 10. Biasanya beban yang digunakan berada pada kisaran Ah/3 atau 4 atau 6. Misalnya aki dengan kapasitas 50 Ah penggunaan beban maksimum yang dapat digunakan adalah 5 Ampere agar tidak merusak aki.

"Gunakanlah aki yang memiliki kapasitas besar untuk mendapatkan umur aki yang lebih panjang ...karena kemungkinan tersentuh penggunaan ampere maksimum makin besar jadi kemungkinan untuk sel-sel akinya rusak makin kecil"Selain dengan mengukur berat jenis atau densiti dari air aki, aki dapat di uji dengan menggunakan Volt meter. Seperti kita ketahui aki yang baik adalah aki yang menunjukkan voltase 12,6Volt. Namun pada saat setelah pengisian penuh aki biasanya dapat mencapai 13,8Volt, apabila pengisian dihentikan maka voltase13,8 V itu akan turun dengan cepat ke 13 dan perlahan-lahan turun hingga 12,6 volt.


Untuk aki mobil fungsi paling utama adalah starter. Jika aki kendaraan kita tidak sanggup untuk menstarter hal ini sama saja sudah rusak. Biasanya yang mengakibatkan kerusakan ini adalah penggunaan yang melebihi batas ampere maksimum yang boleh digunakan (Ah/ 10). Kemampuan aki untuk menstarter mobil dapat dibagi menjadi dua yaitu kekuatan untuk memulai starter (Cold Cranking Amperes[CCA]) dan Kemampuan berapa lama atau berapa kali aki sanggup menstarter mobil tanpa di recharge (Reseve Capacity [RC]).

Kedua faktor diatas (CCA dan RC) yang menentukan sebuah aki layak pakai atau tidak, ada kendaraan yang memiliki CCA besar namun reserve capacitynya sudah berkurang hal ini mengkibatkan apabila anda sudah gagal menstart kendaraan anda pada percobaan starter yang pertama maka aki anda sudah tidak akan kuat lagi untuk menstarter yang kedua kalinya terkecuali menunggu beberapa menit lagi. Sebaliknya aki dengan reserve capacity besar namun CCAnya kecil akan tidak sanggup menstarter kendaraan kita terutama disaat pagi hari dimana temperatur aki dan lingkungan rendah. Kedua faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :aki

CCA itu seolah olah keran untuk arus aki sedangkan RC itu adalah kedalaman bak ampere dari aki tersebut. Jika keran tidak mau terbuka lebar berarti CCA aki anda sudah tidak sanggup lagi untuk menstarter mobil anda, jika kedalaman bak aki anda sudah dangkal ini berarti RC aki anda sudah kecil.

Di pasaran indonesia biasanya mobil menggunakan sealed lead acid battery atau aki basah dan juga Valve Regulated Lead Acid (VRLA). Yang disebut dengan aki basah adalah aki yang memiliki tutup sel yang dapat dilihat dan dapat dibuka dengan mudahnya. Hal ini dibuat demikian agar dapat dilakukan penambahan air aki yang menguap saat aki dipakai. Sedangkan VRLA disebut juga maintenance free (MF) yaitu aki yang memliki tutup air aki yang tersembunyi atau tidak ada. Sebenarnya Aki MF adalah aki basah yang di design sehingga memiliki ruang sirkulasi dimana hidrogen dan oksigen yang diproduksi oleh sel aki digabungkan kembali menjadi air (H2O) dan masuk kembali ke masing2 sel. Oleh karena itu Aki jenis ini disebut maintenance free ( bebas perawatan).

Secara Umum Cara perawatan aki yang harus dilakukan adalah :

  • Mengecek level air aki (untuk aki basah) setiap 2 minggu sekali. Jika kurang tambahkan dengan Aquades atau air bebas mineral. Jangan gunakan Air aki zuur atau H2 SO4.
  • Membersihkan kepala aki dengan cara menyiramnya dengan air panas dan di sikat dengan sikat kawat atau sikat gigi. Jika perlu buka terminal aki dari aki dan bersihkan dengan sikat atau amplas.
  • Setiap 6 bulan sekali lakukan pengechargan dengan menggunakan charger di luar mobil. Lakukan fast charging selama 1-2 jam. Hal ini untuk menormalisasi sel2 aki.
  • Ganti aki anda bila perlu




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar